Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam Sejahtera dan mudah-mudahan kita semua senantiasa diberi kebaikan, Amin. Melalui tulisan ini saya, Abah Romdhoni akan membahas tentang cara mengatur keuangan usaha.

Seorang pengusaha wajib mengetahui tentang bagaimana cara tepat mengelola keuangan usaha, karena hanya dengan manajemen keuangan yang baik sebuah bisnis akan dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Banyak cara yang dipakai untuk mengatur keuangan usaha karena antara jenis usaha yang satu dengan usaha yang lain memiliki cara pengelolaan keuangan yang berbeda. Bahkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain dalam rumpun usaha sejenis tidak jarang menggunakan cara pengelolaan keuangan yang berbeda.

Hal tersebut disebabkan karena model pengelolaan keuangan usaha sifatnya memang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan. Berikut 4 cara mengelola keuangan usaha yang perlu Anda ketahui dan bisa diterapkan.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Dalam usaha jenis apapun, arus keluar masuknya keuangan harus jelas, baik sumber maupun besarnya. Karena hanya dengan mengetahui arus keuangan, pengusaha dapat mendeteksi kondisi perusahaan secara menyeluruh.

Jika rekening keuangan pribadi dijadikan satu dengan rekening perusahaan, maka akan sulit dilacak seperti apa kondisi perusahaan? Apakah memberikan keuntungan atau justru sebaliknya? Jika untung seberapa besar keuntungan tersebut? Apakah keuntungan dapat menutupi biaya operasional? dan sebagainya.

Itu sebabnya jangan sekali-kali mencampuradukkan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan, karena dampaknya akan membuat Anda sulit mendeteksi dan mengontrol keluar masuknya uang. Jika keuangan perusahaan tidak terkontrol, maka hanya tinggal menunggu waktu bagi sebuah perusahaan untuk gulung tikar.

Buat Perencanaan

Untuk menjadikan keuangan usaha senantiasa dalam kondisi stabil dan terhindar dari defisit, Anda harus membuat perencanaan keuangan usaha dengan tepat. Sehingga sekecil apapun rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan usaha.

Dalam membuat rencana keuangan, lakukan analisa untung-rugi agar manfaat yang bisa diperoleh lebih maksimal. Jika kondisi keuangan terbatas, buat skala prioritas agar stabilitas keuangan perusahaan senantiasa terjaga. 

Dengan analisa untung rugi dan skala prioritas itulah, pengeluaran akan dapat ditekan atau ditunda, dan jika terpaksa tidak dapat ditunda, bisa disiasati dengan cara menekan pengeluaran pada pos-pos yang lain. Lewat cara itulah stabilitas keuangan perusahaan dapat terjaga.

Rencana Jangka Panjang

Perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang panjang, bahkan dengan rentang waktu yang tidak terbatas. Karena itu cara menyusun manajemen keuangan juga harus berpikir jangka panjang.

Artinya, jangan hanya berhitung keuangan perusahaan untuk saat sekarang saja, tapi pikirkan juga masa depan perusahaan. Masa depan yang dimaksud meliputi estimasi kondisi perusahaan dalam rentang waktu sekian tahun ke depan berikut perkiraan finansial yang dibutuhkan, masa depan Anda sendiri selaku pengusaha serta masa depan karyawan.

Dengan membuat rencana jangka panjang, maka secara otomatis profit yang diperoleh perusahaan sebagian akan dialokasikan untuk melindungi dan menambah aset usaha, baik dalam bentuk benda maupun sumber daya manusia.

Melalui rencana jangka panjang itulah perusahaan dimungkinkan akan bertahan bahkan berkembang pada masa yang akan datang dan sumber daya manusia yang menjadi bagian dari perusahaan termasuk Anda sendiri selaku pengusaha serta seluruh karyawan hari tuanya dapat lebih terjamin.

Tingkatkan Produktivitas

Meningkatkan produktivitas usaha bukan hanya persoalan divisi produksi, begitu juga meningkatkan produktivitas kerja bukan hanya persoalan divisi SDM tapi juga persoalan divisi keuangan. Karena itu dalam memikirkan alokasi keuangan perusahaan juga harus dimasukkan budget untuk mendongkrak produktivitas usaha dan produktivitas kerja SDM.

Dalam mendongkrak produktivitas usaha, ketersediaan fasilitas, sarana, alat dan bahan produksi harus senantiasa terjaga, untuk itu dibutuhkan anggaran yang cukup. Begitu juga untuk mendongkrak produktivitas kerja karyawan, harus tersedia budget untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Meningkatkan pos pengeluaran untuk mendongkrak tingkat kesejahteraan karyawan bukan sebuah kerugian bagi perusahaan meski konsekuensinya besarnya pengeluaran akan meningkat.

Pada kurun waktu tertentu, meningkatnya pengeluaran tersebut akan ditebus dengan peningkatan produktivitas kerja. Sebab etos kerja akan dapat terbangun jika kesejahteraan karyawan terpenuhi.

Itulah 4 cara mengatur keuangan usaha yang dapat dipraktikkan agar usaha yang dibangun dapat berkembang sebagaimana yang diharapkan. Semoga apa yang saya sampaikan ini bermanfaat untuk Anda semua, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.