Assalamualaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera semoga hanya kebaikan yang menyertai kita semua . .

Seperti di awal vidio tadi sudah saya katakan, kali ini saya akan menceritakan salah satu klien saya, sebut saja nama nya Bu Zaroh, tentu nama ini samaran, misalkan ada kesamaan cerita , berarti hanya kebetulan semata

Singkat cerita Bu Zaroh ini adalah seorang pedagang baju muslim di pasar tradisional, nah di pasar tersebut selain ada biaya rutin untuk pasar perhari hanya 3 ribu, juga ada preman pasar yang sangat mengganggu, perhari memalak bisa sampai 50 rb.

Tentu preman ini sangat mengganggu Bu Zaroh, hingga sampai akhir nya Bu Zaroh menaburkan tanah kuburan di sekitaran tempat usahanya.

Dengan tujuan agar preman ini tidak datang ke tokonya lagi

Cara seperti ini beliau tahu dari teman nya.

Setelah menaburkan tanah kuburan, benar sekali, semenjak itu preman pasar sudah tidak pernah datang memalak bu zaroh, kalaupun datang itupun hanya lewat, entah kenapa lapak bu zaroh di lewati, padahal lapak atau toko sampingnya dipalak oleh preman tersebut.

Untuk urusan preman cara yang digunakan bu zaroh berhasil, tapi sialnya bu zaroh adalah, tidak hanya preman saja yang enggan mampir ke tempat bu zaroh, tapi pembeli pun enggan untuk mampir, bahkan pelanggan pun berpindah ke pesaing bu zaroh

Kejadian ini baru disadari bu zaroh setelah sebulan penaburan tanah kuburan.

Setelah melakukan hal tersebut , secara perlahan omset beliau turun, pelanggan sedikit demi sedikit pindah ke toko sekitaran bu zahroh.

Dan ketika bu zahroh tanya ke salah satu pelanggan nya kenapa tidak pernah datang ke toko, pelangganya mengatakan bahwa toko bu zaroh sering tutup, bahkan no telp juga sulit di hubungi.

Padahal pada kenyataanya, toko baju bu zaroh tutup hanya sebulan sekali dan no telp pun aktif terus.

Atas kejadian seperti inilah bu zaroh baru datang kepada saya

Dan benar setelah saya melihat foto toko nya, benar – benar suda tertutup aura negatif yang besar kemungkinan disebabkan oleh penaburan tanah kuburan yang dilakukan oleh bu zaroh sendiri

Jangan pembeli atau pelanggan, preman pasar pun enggan untuk mampir ke toko bu zaroh.

Lalu apa solusi untuk bu zaroh ini?

Nanti akan saya sambung di kesempatan selanjutnya

Terimakasih, sampai jumpa di kesempatan selanjutnya, akhir kata jika ada kebenaran yang saya katakan, itu semata dari Tuhan YME, jika ada salah kata saya pribadi mohon maaf. Saya Abah Romdhoni.

Wassalamualaikum Wr. Wb

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.